FORUM PENGAJIAN QUR'AN HADITS

Kemurnian Agama Islam bisa diukur dari 3 aspek: 1. Murni pedomannya yaitu Al Quran dan Al Hadist 2. Murni pengamalannya, tidak dicampuri bid’ah, syirik, tahyul, dan kemaksiatan/pelanggaran 3. Murni niatnya, niat karena Allah; semata-mata bertujuan ingin masuk Surga selamat dari neraka-
cbox

Minggu, 28 Juli 2013

Dalil-dalil (Dasar-dasar atau landasan hukum) Keta’atan

1. Ta'at Kepada Alloh, Rosul, Ulil Amri (Amir / Imam)
Sebagaimana dapat kita lihat firman Alloh Ta'alaa dalam Al-Qur'an, Surat An-Nisaa', No. Surat: 4, Ayat: 59, yang berbunyi: “Yaa-ayyuhal-ladziina aamanuu athii’ullooha wa-athii’ur-rosuula wa-ulil amri minkum”, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman ta'atilah Alloh dan Rosul serta Ulil Amri (Amir) dari (golongan) kamu sekalian".

2. Ta'at Kepada Alloh, Rosul, Imam          
Di dalam Hadits Shohih Bukhori, Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Wa’alaikum bithoo’atillaahi wathoo’ati rosuulihi wathoo’ati a-immatikum”, yang artinya: “Dan wajib bagi kamu sekalian menta'ati Alloh, dan menta'ati Rosul-Nya, dan menta'ati Imam-Imam kamu sekalian".

3. Ta'at Kepada Imam selama perintahnya tidak maksiat              
Di dalam Hadits Riwayat Baihaqi, Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda:  “Tho’atul imaami haqqun ‘alal mar-il muslimin maa lam ya’mur bima’shiyatillaahi fa-idzaa amaro bima’shiyatillaahi falaa sam’a lahu walaa thoo’ata”, yang artinya: “Taat kepada imam itu merupakan hak orang muslim selama Imam  tidak memerintahkan menentang/mendurhakai Alloh, maka ketika Imam memerintahkan menentang/mendurhakai Alloh maka jangan mendengarkan dan taat kepadanya”.

4. Tidak boleh ta'at dalam urusan maksiat           
Didalam Hadits Shohih Muslim Juz 6 hal 15, Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Laa thoo’ata fii ma’shiyatillaahi innamath-thoo’atu fil-ma’ruufi”, yang artinya: “Tidak ada taat dalam urusan menentang/mendurhakai Alloh, sesungguhnya taat itu dalam hal kebaikan”.

5. Ta'at dalam keadaan apapun     
Didalam Hadits Shohih Muslim, Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “ ‘Alaikas sam’u wath-thoo’atu fii ‘usrika wayusrika wamansyathika wamakrohika wa-atsarotin ‘alaika”, yang artinya: "Wajib bagimu; mendengarkan dan ta'at dalam hal baik itu sulit, mudah, sedang semangat, sedang merasa enggan, pilih kasih terhadapmu".

6. Tidak boleh ta'at kepada orang yang mendurhakai Alloh
Didalam Hadits Ibnu Majah, juz 2 hal 956, Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Laa thoo’ata liman ‘ashollooha”, yang artinya: "Jangan ta'at pada orang yang mendurhakai Alloh".

7. Tidak boleh ta'at kepada orang yang tidak ta'at pada Alloh  
Didalam Hadits Musnad Ahmad, Rosuululloohi Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda:  “Laa thoo’ata liman lam yuthi’illaaha”, yang artinya: "Jangan ta'at pada orang yang tidak ta'at pada Alloh".

1 komentar:

  1. هذه كلمات حق أريد بها باطل.... إنما الطاعة لحكام المسلمين وأولياء أمورهم الذين لهم سلطة حقيقية ونفوذ والذين هم أهل الحل والعقد. وأما رؤساء جماعتكم الضالة فليسوا علىشيئ لا سلطة لهم. بل إن الواحد منهم لو تعرض لاعتداء من قبل شخص آخر للجأ إلى أصحاب السلطة الحقيقيين الذين بيدهم زمام الأمور.

    BalasHapus

Alhamdulilah Jaza Kumullohu Khoiro , Atas Komentarnya Semoga Alloh Paring aman, selamat, lancar, berhasil, barokah...!